Senin, 31 Mei 2010

Batik Tulis

Batik Tulis adalah salah satu jenis hasil proses produksi batik yang teknis pembuatan motifnya langsung ditulis secara manual.



Alat untuk menulisnya atau yang biasa disebut canting terbuat dari tembaga dengan gagang dari bambu. Ujung dari canting atau biasa disebut cucuk, mempunyai lubang yang bervariasi, sehingga bisa menentukan besar kecilnya motif. Sedangkan bak penampung canting disebut sebagai nyamplung. Nyamplung ini bisa berisi cairan malam atau pewarna, tergantung dari teknik batik yang akan digunakan.


Batik Tulis Malam adalah teknik batik tulis dengan menorehkan cairan malam melalui canting tulis. Proses pembuatan batik tulis malam mirip seperti batik cap. Bedanya ada di motif. Jika batik cap motifnya cenderung berulang, maka batik tulis malam motifnya bisa unik kreatif persis seperti menggambar dengan bebas. Cairan malam tetap terjaga kondisi suhunya pada 70 derajat celcius. Canting tulis mengambil cairan malam melalui nyamplung. Kemudian cucuk canting harus berlubang, sehingga perlu ditiup agar membran cairan terbuka. Setelah itu cairan malam baru dioleskan sesuai motif yang telah digambar di kain mori dengan pensil. Langkah selanjutnya adalah proses pewarnaan seperti pada batik cap.

Sabtu, 29 Mei 2010

Pengusaha Batik Piala Dunia 2010 sukses besar




Even akbar 4 tahunan sepak bola dunia pada tahun 2010 ini, ternyata mendatangkan rejeki bagi pengusaha batik di Pekalongan. Pasalnya motif baru batik tulis piala dunia yang di release langsung direspon pasar secara luar biasa.

Hal ini sebenarnya sudah nampak jelas diawal April, ketika konsep desain batik tulis world cup 2010 south africa ditawarkan sudah banyak penggemar batik yang menyatakan berminat pesan inden. Bahkan tak tanggung-tanggung salah seorang pecinta batik dari kalimantan langsung memesan dalam jumlah untuk dijual kembali atau dijadikan hadiah bagi rekan bisnisnya.

Lain lagi dengan cerita salah satu pengelola cafe di jakarta yang juga pecinta batik. Ia juga langsung memesan jumlah banyak. Rencananya batik piala dunia ini akan dijadikan souvenir atau daya tarik bagi pengunjung cafe-nya saat acara nonton bareng nanti. Ini merupakan suatu terobosan yang sangat luar biasa. Seni dan budaya luhur bangsa Indonesia dikombinasikan dengan event internasional.

Sementara itu order permintaan batik world cup terus berdatangan, batik untuk pemesanan pribadi (eceran) maupun pemesanan dari reseller (grosir). Oleh karena sangat tingginya permintaan batik piala dunia, beberapa pengusaha batik di Pekalongan melakukan joint bisnis untuk menggarap moment ini.

Memang sudah saatnya batik harus mendunia dan untuk membuktikan bahwa budaya seni batik memang berasal dari Indonesia, bukan negara lain.

Pembelian batik piala dunia ini bisa dilakukan secara langsung online baik eceran maupun grosir di www.parasantique.com

Sabtu, 22 Mei 2010

Batik Cap



Batik Cap adalah salah satu jenis hasil proses produksi batik yang menggunakan canting cap. Canting cap yang dimaksud di sini mirip seperti stempel. Cuman bahannya terbuat dari tembaga dan dimensinya lebih besar. Rata-rata berukuran 20cm X 20cm.


Proses Pembuatan batik cap adalah sebagai berikut :
Kain mori diletakkan di atas meja datar yang telah dilapisi dengan bahan yang empuk
Malam direbus hingga mencair dan dijaga agar suhu cairan malam ini tetap dalam kondiri 60 s/d 70 derajat Celcius
Canting Cap lalu dimasukkan kedalam cairan malam tadi (kurang lebih 2 cm bagian bawah canting cap yang tercelup cairan malam)
Canting Cap kemudian di-cap-kan (di-stempel-kan) dengan tekanan yang cukup di atas kain mori yang telah disiapkan tadi
Cairan malam akan meresap ke dalam pori-pori kain mori hingga tembus ke sisi lain permukaan kain mori




Setelah proses penge-cap-an selesai dengan berbagai kombinasi canting cap yang digunakan, selanjutnya kain mori akan dilakukan proses pewarnaan, dengan cara mencelupkan kain mori ini ke dalam tangki yang berisi warna yang sudah dipilih.





Kain mori yang permukaannya telah diresapi oleh cairan malam, tidak akan terkena dalam proses pewarnaan ini.
Setelah proses pewarnaan, proses berikutnya adalah penghilangan berkas motif cairan malam melalui proses penggodogan.

Sehingga akan nampak 2 warna, yaitu warna dasar asli kain mori yang tadi tertutup malam, dan warna setelah proses pewarnaan tadi.
Jika akan diberikan kombinasi pewarnaan lagi, makan harus dimulai lagi dari proses penge-cap-an cairan malam - pewarnaan - penggodogan lagi.
Sehingga diperlukan proses berulang untuk setiap warna.
Hal yang menarik dari batik cap adalah pada proses perkawinan warna, karena permukaan kain mori yang telah diwarna sebelumnya akan diwarna lagi pada proses pewarnaan berikutnya, sehingga perlu keahlian khusus dalam proses pemilihan & perkawinan warna.
Oleh karena proses pewarnaan yang berulang-ulang dan menyeluruh pada setiap pori-pori kain mori, maka warna pada batik cap cenderung lebih awet dan tahan lama dibandingkan dengan batik yang lain.
Proses terakhir dari pembuatan batik cap adalah proses pembersihan dan pencerahan warna dengan soda. Selanjutnya dikeringkan dan disetrika.

    Ciri-ciri batik CAP adalah :
  • Warna batik kedua belah sisi kain adalah sama
  • Warna batik lebih mengkilap
  • Motif tidak terlalu detil
  • Biasanya warna dasar adalah warna tua / gelap